Harga RAM yang tinggi, tentu memaksa produsen menaikkan harga jual laptop. Padahal kita tahu, menaikkan harga itu kurang populis. Maka ada kemungkinan, produsen berusaha tetap menekan harga agar murah. Maka bisa jadi akan muncul laptop dengan RAM kecil, misalnya 4GB. Sayangnya seperti kita tahu, menjalankan Windows 11 dengan RAM 4GB performanya akan kurang memuaskan.

Terus bagaimana solusinya?

  1. Cari laptop yang RAM bisa diupgrade.

Laptop ada beberapa model terkait RAM:

  1. RAM soldered. Ini tidak bisa diupgrade.
  2. RAM soldered dan removable (bisa diganti). Misalnya soldered 4GB. Tapi masih menyisakan 1 slot kosong yang bisa dipasang 1 keping RAM baru. Ini berarti masih bisa diupgrade, tapi bukan dengan mengganti RAM yang sudah ada.
  3. RAM 1 keping, removable. Ini bisa diupgrade dengan cara mengganti RAM yang sudah terpasang.
  4. RAM 2 keping, removable. Ini bisa diupgrade dengan cara mengganti salah satu atau keduanya. Ini jenis yang paling leluasa opsi upgrade-nya. Tapi ini sekarang termasuk jarang, apalagi di segmen laptop tipis.
  1. Jangan terlalu mengejar laptop tipis.

Laptop tipis seringkali pakai RAM soldered. Ini tidak selalu ya, tetap perlu dicek. Kalau RAM yang terpasang sudah tinggi, tentu tidak masalah. Misalnya sudah terpasang RAM 16GB atau 32GB. Tentu harganya akan sangat mahal. Tapi jika RAM yang terpasang rendah, tentu merepotkan jika ingin upgrade.

  1. Pastikan pakai SSD NVMe.

Jika kapasitas RAM terbatas, sistem akan memanfaatkan memory swap. Jadi operating system membuat file khusus di storage agar program bisa tetap berjalan. Apabila media penyimpanan masih menggunakan HDD, kinerja laptop akan terasa sangat lambat. SSD SATA, baik berbentuk 2.5 inci maupun M.2 SATA, sudah jauh lebih cepat dibandingkan hard disk. Namun performa terbaik tetap didapatkan dari SSD NVMe, karena kecepatan baca dan tulisnya bisa berkali lipat lebih tinggi dibandingkan SSD SATA.

  1. Jangan lupakan CPU.

Prosesor laptop merupakan komponen yang pada umumnya tidak dapat di-upgrade, terutama pada laptop keluaran terbaru. Jika ingin meningkatkan performa prosesor, satu-satunya cara adalah mengganti laptop.
Laptop dengan harga murah, misalnya di bawah Rp6 juta, umumnya dibekali prosesor kelas entry level sehingga lebih cocok untuk aktivitas ringan. Untuk pekerjaan yang lebih berat, penambahan RAM besar dan penggunaan SSD NVMe sering kali tidak memberikan peningkatan signifikan karena kinerja tetap dibatasi oleh bottleneck pada CPU.

 

Bagi pelaku UMKM, memilih laptop yang tepat sejak awal merupakan langkah penting agar aktivitas usaha berjalan lancar dan efisien. Jangan sampai kita membuang uang banyak karena salah beli. Laptop yang sesuai kebutuhan akan membantu pekerjaan harian seperti administrasi, desain ringan, pemasaran digital, hingga pengelolaan keuangan tanpa hambatan. Dengan mempertimbangkan aspek RAM, penyimpanan, dan prosesor secara seimbang, UMKM dapat berinvestasi pada perangkat kerja yang lebih awet, produktif, dan mendukung pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. (www.satulangit.co.id)